Sabtu, 18 Maret 2017
Jumat, 17 Maret 2017
Kamis, 02 Maret 2017
Surat Kepada Bunda: Tentang Calon Menantunya
Mamma yang tercinta,
akhirnya kutemukan juga jodohku
seseorang yang bagai kau:
sederhana dalam tingkah dan bicara
serta sangat menyayangiku.
Terpupuslah sudah masa-masa sepiku.
Hendaknya berhenti gemetar rusuh
hatimu yang baik itu
yang selalu mencintaiku.
Kerna kapal yang berlayar
telah berlabuh dan ditambatkan.
Dan sepatu yang berat serta nakal
yang dulu biasa menempuh
jalan-jalan yang mengkhawatirkan
dalam hidup perempuan yang kasar dan sengsara,
kini telah aku lepaskan
dan berganti dengan sandal rumah
yang tenteram, jinak dan sederhana.
Mamma,
Burung dara jantan yang nakal
yang sejak dulu kaupiara
kini terbang dan telah menemu jodohnya.
la telah meninggalkan kandang yang kaubuatkan
dan tiada akan pulang
buat selama-lamanya.
Mamma,
Aku telah menemukan jodohku.
Janganlah kau cemburu.
Hendaknya hatimu yang baik itu mengerti:
pada waktunya, aku mesti kaulepaskan pergi.
Begitu kata alam. Begitu kau mengerti:
Bagai dulu bundamu melepas kau
kawin dengan ayahku. Dan bagai
bunda ayahku melepaskannya
untuk mengawinimu.
Tentu sangatlah berat.
Tetapi itu harus, Mamma!
Dan akhirnya tak akan begitu berat
apabila telah dimengerti
apabila telah disadari.
Hari Sabtu yang akan datang
aku akan membawanya kepadamu.
Ciumlah kedua pipinya
berilah tanda Allah di hatinya
dan panggillah ia dengan kata: Anakku!
Bila malam telah datang
kisahkan padanya
riwayat para leluhur kita
yang ternama dan perkasa.
Dan biarkan ia nanti
tidur di sampingmu.
la pun anakmu.
Sekali waktu nanti
ia akan melahirkan cucu-cucumu.
Mereka akan sehat-sehat dan lucu-lucu.
Dan kepada mereka
ibunya akan bercerita
riwayat yang baik tentang nenek mereka:
bunda-bapak mereka.
Ciuman abadi
dari anak lelakimu yang jauh,
Puisi Oleh: Rusdi Mahatir
RINDU PADAMU
KERINDUAN
setangkai lilly yg di iringi senyum serta suara yg begitu lembut,
kembali menghampiriku dgn ucapan;
tetap semangat sayang,hidupmu begitu indah
jgn kau hbskan senyum disetiap langkahmu dan jgn lagi kau jatuhkan air mata di wajah senduhmu,,
maaf bukan niatku meninggalkanmu namun ini lah yg terbaik untuk kita dari_NYA,,,
tetaplah menjadi wanita yg tegar dan pemberani,aku akan menunggumu disini,,,
PINTAKU
walau semua telah beku
masìh ku simpan 1 ruang kalbu
yang mana ku tempatkan pada rindu
ketika rindu mulai menggebu
ku mulai bangkitkan rasa itu
walau tak sama seperti yang dulu
ku berharap tak akan kembali terjatuh
JANGAN PERNAH ENGKAU ABAIKAN CINTAKU KARNA ALLAH
PUISI UNTUK KEKASIHKU
~*MUNAJATKU*~
Dalam setiap sujud panjangku
dalam dekap pangkuan_MU
dalam belai kasih beserta sayang_MU
tersirat hati akan rindu
rindu seorang kekasih sebagai pelengkap hidupku,,
namun aku masih sangat takut
untuk merasakan kehadiran itu
ya ROBB,
jika aku boleh meminta
labuhkanlah aku pada seorang insyan yang selalu mengutamakan cinta_MU,,,agar dia mampu:
_menjadikanku yang kedua setelah ENGKAU
_ikhlas meninggalkanku untuk bermesrahan dengan_MU dipertigaan malam
_mengajakku mendekap cinta,kasih serta sayang_MU dalam 5 waktu
_mengingatkanku akan indahnya berbagi
_tak segan menegurku ketika aku salah
_menjadikan dzikir dan tasbih sebagai alunan nyanyia dikala sepi
_bijak dalam mengambil keputusan
_AL_QURAN dan AS'SUNAH adalah panduan hidupnya
_sabar,ikhlas serta syukur tertanam dijiwa dan raganya
wahai ENGKAU sang pemberi cinta,
jika rasa itu kembali hadir
maka labuhkan rasa itu padanya
ya dia,dia yg benar benar ingin menjadi kekasih_MU
By. Rusdi Mahatir
Langganan:
Postingan (Atom)

