Kamis, 02 Maret 2017

Surat Kepada Bunda: Tentang Calon Menantunya




Mamma yang tercinta,
akhirnya kutemukan juga jodohku
seseorang yang bagai kau:
sederhana dalam tingkah dan bicara
serta sangat menyayangiku.

Terpupuslah sudah masa-masa sepiku.
Hendaknya berhenti gemetar rusuh
hatimu yang baik itu
yang selalu mencintaiku.
Kerna kapal yang berlayar
telah berlabuh dan ditambatkan.
Dan sepatu yang berat serta nakal
yang dulu biasa menempuh
jalan-jalan yang mengkhawatirkan
dalam hidup
perempuan yang kasar dan sengsara,
kini telah aku lepaskan
dan berganti dengan sandal rumah
yang tenteram, jinak dan sederhana.

Mamma,
Burung dara jantan yang nakal
yang sejak dulu kaupiara
kini terbang dan telah menemu jodohnya.
la telah meninggalkan kandang yang kaubuatkan
dan tiada akan pulang
buat selama-lamanya.

Mamma,
Aku telah menemukan jodohku.
Janganlah kau cemburu.
Hendaknya hatimu yang baik itu mengerti:
pada waktunya, aku mesti kaulepaskan pergi.

Begitu kata alam. Begitu kau mengerti:
Bagai dulu bundamu melepas kau
kawin dengan ayahku. Dan bagai
bunda ayahku melepaskannya
untuk mengawinimu.
Tentu sangatlah berat.
Tetapi itu harus, Mamma!
Dan akhirnya tak akan begitu berat
apabila telah dimengerti
apabila telah disadari.

Hari Sabtu yang akan datang
aku akan membawanya kepadamu.
Ciumlah kedua pipinya
berilah tanda
Allah di hatinya
dan panggillah ia dengan kata: Anakku!

Bila malam telah datang
kisahkan padanya
riwayat para leluhur kita
yang ternama dan perkasa.
Dan biarkan ia nanti
tidur di sampingmu.

la pun anakmu.
Sekali waktu nanti
ia akan melahirkan cucu-cucumu.
Mereka akan sehat-sehat dan lucu-lucu.
Dan kepada mereka
ibunya akan bercerita
riwayat yang baik tentang nenek mereka:
bunda-bapak mereka.

Ciuman abadi
dari anak lelakimu yang jauh,


Puisi Oleh: Rusdi Mahatir



RINDU PADAMU





KERINDUAN
setangkai lilly yg di iringi senyum serta suara yg begitu lembut,
kembali menghampiriku dgn ucapan;
tetap semangat sayang,hidupmu begitu indah
jgn kau hbskan senyum disetiap langkahmu dan jgn lagi kau jatuhkan air mata di wajah senduhmu,,
maaf bukan niatku meninggalkanmu namun ini lah yg terbaik untuk kita dari_NYA,,,
tetaplah menjadi wanita yg tegar dan pemberani,aku akan menunggumu disini,,,


PINTAKU
walau semua telah beku
masìh ku simpan 1 ruang kalbu
yang mana ku tempatkan pada rindu
ketika rindu mulai menggebu
ku mulai bangkitkan rasa itu
walau tak sama seperti yang dulu
ku berharap tak akan kembali terjatuh

JANGAN PERNAH ENGKAU ABAIKAN CINTAKU KARNA ALLAH


PUISI UNTUK KEKASIHKU



~*MUNAJATKU*~


Dalam setiap sujud panjangku

dalam dekap pangkuan_MU

dalam belai kasih beserta sayang_MU

tersirat hati akan rindu

rindu seorang kekasih sebagai pelengkap hidupku,,

namun aku masih sangat takut

untuk merasakan kehadiran itu

 

ya ROBB,


jika aku boleh meminta


labuhkanlah aku pada seorang insyan yang selalu mengutamakan cinta_MU,,,agar dia mampu:

_menjadikanku yang kedua setelah ENGKAU

_ikhlas meninggalkanku untuk bermesrahan dengan_MU dipertigaan malam

_mengajakku mendekap cinta,kasih serta sayang_MU dalam 5 waktu

_mengingatkanku akan indahnya berbagi

_tak segan menegurku ketika aku salah

_menjadikan dzikir dan tasbih sebagai alunan nyanyia dikala sepi

_bijak dalam mengambil keputusan

_AL_QURAN dan AS'SUNAH adalah panduan hidupnya

_sabar,ikhlas serta syukur tertanam dijiwa dan raganya

wahai ENGKAU sang pemberi cinta,

jika rasa itu kembali hadir

maka labuhkan rasa itu padanya

ya dia,dia yg benar benar ingin menjadi kekasih_MU


By. Rusdi Mahatir