Sabtu, 18 November 2017

MA'AFKANLAH KESALAHANKU

Bintang mulai rapuhh.. Langit mulai pudarr.. Udara mulai sepi.. Dimana kah hatiku ini... sungguh sepi hidup ini.. tak ada yang kucari hanya merekalah.. harapanku, maafkanlah anakmu ini yang sudah membuat kalian menangis maafkanlah anakmu ini yang tidak bisa buat kalian bahagia. Aku menyesal mamah.. Aku menyesal ayah.. Sungguh hancur hidup ini tanpamu.. kini ku buka lembaran baru hidupku tanpamu... kiniku kan perbaiki kesalahnku.. #RinduKeluarga #AkuMenyesal #SelamatTinggal #AkuTetapMencintaimu #HinggaAjalKuTiba

Kamis, 02 Maret 2017

Surat Kepada Bunda: Tentang Calon Menantunya




Mamma yang tercinta,
akhirnya kutemukan juga jodohku
seseorang yang bagai kau:
sederhana dalam tingkah dan bicara
serta sangat menyayangiku.

Terpupuslah sudah masa-masa sepiku.
Hendaknya berhenti gemetar rusuh
hatimu yang baik itu
yang selalu mencintaiku.
Kerna kapal yang berlayar
telah berlabuh dan ditambatkan.
Dan sepatu yang berat serta nakal
yang dulu biasa menempuh
jalan-jalan yang mengkhawatirkan
dalam hidup
perempuan yang kasar dan sengsara,
kini telah aku lepaskan
dan berganti dengan sandal rumah
yang tenteram, jinak dan sederhana.

Mamma,
Burung dara jantan yang nakal
yang sejak dulu kaupiara
kini terbang dan telah menemu jodohnya.
la telah meninggalkan kandang yang kaubuatkan
dan tiada akan pulang
buat selama-lamanya.

Mamma,
Aku telah menemukan jodohku.
Janganlah kau cemburu.
Hendaknya hatimu yang baik itu mengerti:
pada waktunya, aku mesti kaulepaskan pergi.

Begitu kata alam. Begitu kau mengerti:
Bagai dulu bundamu melepas kau
kawin dengan ayahku. Dan bagai
bunda ayahku melepaskannya
untuk mengawinimu.
Tentu sangatlah berat.
Tetapi itu harus, Mamma!
Dan akhirnya tak akan begitu berat
apabila telah dimengerti
apabila telah disadari.

Hari Sabtu yang akan datang
aku akan membawanya kepadamu.
Ciumlah kedua pipinya
berilah tanda
Allah di hatinya
dan panggillah ia dengan kata: Anakku!

Bila malam telah datang
kisahkan padanya
riwayat para leluhur kita
yang ternama dan perkasa.
Dan biarkan ia nanti
tidur di sampingmu.

la pun anakmu.
Sekali waktu nanti
ia akan melahirkan cucu-cucumu.
Mereka akan sehat-sehat dan lucu-lucu.
Dan kepada mereka
ibunya akan bercerita
riwayat yang baik tentang nenek mereka:
bunda-bapak mereka.

Ciuman abadi
dari anak lelakimu yang jauh,


Puisi Oleh: Rusdi Mahatir



RINDU PADAMU





KERINDUAN
setangkai lilly yg di iringi senyum serta suara yg begitu lembut,
kembali menghampiriku dgn ucapan;
tetap semangat sayang,hidupmu begitu indah
jgn kau hbskan senyum disetiap langkahmu dan jgn lagi kau jatuhkan air mata di wajah senduhmu,,
maaf bukan niatku meninggalkanmu namun ini lah yg terbaik untuk kita dari_NYA,,,
tetaplah menjadi wanita yg tegar dan pemberani,aku akan menunggumu disini,,,


PINTAKU
walau semua telah beku
masìh ku simpan 1 ruang kalbu
yang mana ku tempatkan pada rindu
ketika rindu mulai menggebu
ku mulai bangkitkan rasa itu
walau tak sama seperti yang dulu
ku berharap tak akan kembali terjatuh

JANGAN PERNAH ENGKAU ABAIKAN CINTAKU KARNA ALLAH


PUISI UNTUK KEKASIHKU



~*MUNAJATKU*~


Dalam setiap sujud panjangku

dalam dekap pangkuan_MU

dalam belai kasih beserta sayang_MU

tersirat hati akan rindu

rindu seorang kekasih sebagai pelengkap hidupku,,

namun aku masih sangat takut

untuk merasakan kehadiran itu

 

ya ROBB,


jika aku boleh meminta


labuhkanlah aku pada seorang insyan yang selalu mengutamakan cinta_MU,,,agar dia mampu:

_menjadikanku yang kedua setelah ENGKAU

_ikhlas meninggalkanku untuk bermesrahan dengan_MU dipertigaan malam

_mengajakku mendekap cinta,kasih serta sayang_MU dalam 5 waktu

_mengingatkanku akan indahnya berbagi

_tak segan menegurku ketika aku salah

_menjadikan dzikir dan tasbih sebagai alunan nyanyia dikala sepi

_bijak dalam mengambil keputusan

_AL_QURAN dan AS'SUNAH adalah panduan hidupnya

_sabar,ikhlas serta syukur tertanam dijiwa dan raganya

wahai ENGKAU sang pemberi cinta,

jika rasa itu kembali hadir

maka labuhkan rasa itu padanya

ya dia,dia yg benar benar ingin menjadi kekasih_MU


By. Rusdi Mahatir

Rabu, 22 Februari 2017

SURAT UNTUK BIBIKU




Bibi !
Masihkan kau berkenan kusapa Bibi ? Sungguh aku sangat “menyesal”Bi
Apakah penyesalanku ini masih berguna bagiku untukmu..
(Aku sangat tahu jawabanmu, Bi…)
(“Penyesalan tak ada gunanya, Nasi sudah jadi bubur !”)
Tapi, dihari ini aku ingin kau tetap tahu…
Aku sangat menyesal & penyesalan itu hanya dapat ku rasakan dalam hatiku sendiri,
Sungguh aku sangat menyesali, atas apa yang telah kulakukan padamu, Aku sangat tahu bi
Kau pasti kesal, marah, kecewa bahkan mulai benci padaku,
Aku sangat tahu bi, Ada sepotong hati yang luka karena kelakuanku,

Bi !
Aku membuat surat ini, bukan hanya kata yang aku tulis tapi ini semua di hati yang paling dalam, bi,, sabnernya aku tuh pengen lihat langsung keberngkatan bibi tapi aku gak
sempet untuk menemuimu, dan aku di sini hanya bias berdo’a agar bisi selamet sampai tujuan. keluarga ngasih kabar kalau bibi mau berangkat dan jangankan mereka sedih
Aku jga disini ngerasa sedihh bnget karna aku gak bias mengatakan rasa maafku padamu..
Bi !
Masihkah kau mau mendengar suaraku bi ? Sudilah kau mema’afkanku,
Atas yang telah kulakukan kenakalanku padamu,
Ma’afkan kekhilafanku,
Sungguh aku mohon ma’af kepadamu…
Bi!
Masihkan kau rasa aku seorang adik kecil yang nakal ? Aku tak ingin jika aku kehilangan bibi sepertimu dan hati bibi sungguh kuat
untuk menghadapi kehidupan bibi dan mencintai anak”mu yang tulus,
Aku tak rela hari-hari ini hampa karena marah yang ada di hati bibi.
Yang ku mau hanyalah kata ma’af darimu (Meski aku sangat tahu)
(Mungkin aku memang tak pantas kau ma’afkan) Tapi kuberharap dan mohon dengan sangat,
Sepotong kata Ma’af,…ma’af…. & ….ma’af darimu,
Sekali lagi aku hanya minta sepotong darimu,
Maa’afkan aku, Bibi ku cantik…
(Semoga jika kau berkenan memberikan sepotong kata itu untukku, )
(Semoga kau akan tetap berkenan menaburkan tinta warna yang indah, )
(ikatan keluarga kita, ) Aku tak pernah bosan candamu dan marahmu .
(Aku saying bibi semoga bibi menjadi orang sukses dan yang terpenting jangan lupa
sama keluarga sendiri apalagi anak”mu yang lucu dan cantik..
 Disini aku selalu mendo’akanmu agar bibi selamet, amin..

From : Rusdi Mahatir
To : Mulya Saroh